Advertisement

PENGERTIAN ACTIVE LEARNING

Konsep Dasar Active Learning 
1. Pengertian Active Learning 
Kata active diadopsi dari bahasa Inggris yg ialah “aktif, gesit, giat, bersemangat”, sedangkan learning berasal berdasarkan istilah learn yang adalah “memeriksa”.6 Dari kedua kata tadi yaitu active serta learning dapat diartikan menilik sesuatu dengan aktif atau bersemangat dalam hal belajar. Active learning adalah sebuah pembelajaran yg berusaha buat belajar anak didik menjadi aktif, poly mengerjakan tugas, memaksimalkan otak, mempelajari gagasan, memecahkan berbagai perkara serta menerapkan apa yg dipelajari. Siswa gesit, menyenangkan, bersemangat dan penuh gairah.7 Konsep active learning atau cara belajar aktif bisa diartikan menjadi anggaran pembelajaran yang menunjuk dalam pengoptimalisasian pelibatan intelektual dan emosional murid pada proses pembelajaran, diarahkan buat membelajarkan siswa bagaimana belajar memperoleh serta memproses belajarnya mengenai pengetahuan keterampilan, sikap serta nilai. 8 

Keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pengajaran yang diperlukan merupakan keterlibatan secara mental (intelektual dan emosional) yg pada beberapa hal diikuti menggunakan sebuah keaktifan fisik. Sehingga siswa sahih-benar berperan serta serta berpartisipasi aktif pada proses pengajaran, menggunakan menempatkan kedudukan peserta didik sebagai subyek serta menjadi pihak yg krusial serta menerapkan inti pada kegiatan belajar mengajar.9 

Active learning adalah sebuah strategi yg dibuat buat membuat siswa belajar secara aktif, pada pada dasarnya dalam strategi ini pembelajaran lebih ditekankan pada pengalaman belajar yang melibatkan semua alat. Belajar aktif merupakan variasi gaya mengajar buat mengatasi kelesuan otak dan kebosanan siswa. Selain itu proses belajar mengajar jua adalah proses bersosialisasi, serta belajar aktif adalah satu sisi sosial belajar.

2. Ciri-Ciri Pembelajaran Active Learning 
Adapun beberapa ciri-karakteristik yang harus tampak dalam proses belajar aktif (active learning), yaitu: 
  1. Situasi kelas menantang murid melakukan kegiatan belajar secara bebas namun terkendali. 
  2. Guru nir mendominasi pembicaraan, namun lebih banyak memberikan rangsangan berpikir pada murid dalam memecahkan masalah. 
  3. Guru meyediakan dan mengusahakan asal belajar bagi murid. 
  4. Kegiatan belajar siswa bervariasi. 
  5. Hubungan guru dengan murid sifatnya harus mencerminkan interaksi manusiawi. 
  6. Adanya keberanian murid buat mengajukan pendapat melalui pertanyaan serta pernyataan.10 
3. Prinsip Penggunaan Active Learning 
Dalam pembelajaran (active learning) masih ada beberapa prinsip yg wajib diperhatikan pada pembelajaran prinsip-prinsip tersebut dibagi dalam empat dimensi yaitu ;

1. Prinsip yg terlihat pada peserta didik 
  1. Keberanian buat mewujudkan niat, impian dan dorongan yg masih ada dalam anak pada proses belajar mengajar. 
  2. Keinginan dan keberanian buat mencari kesempatan guna berpartisipasi dalam persiapan proses belajar mengajar.
  3. Dorongan ingin tahu yang akbar dalam siswa buat mengetahui dan mengajarkan sesuatu yang baru pada proses belajar mengajar.be
2. Prinsip yg terlihat dalam guru 
  1. Adanya usaha mendorong, membina gairah belajar serta partisipasi murid secara aktif. 
  2. Kemampuan menjalankan fungsi dan peranan pengajar sebagai innovator serta motivator yang senantiasa menemukan hal-hal yang baru pada proses belajar mengajar. 
  3. Pemberian kesempatan pada peserta didik untuk belajar menurut cara serta keadaan masing-masing
Guru yang mempunyai keyakinan bahwa belajar itu merupakan proses aktif, mengetahui bahwa manusia belajar melalui proses belajar sembari mengembangkan daya pikir semaksimal mungkin, guru meminta supaya murid membaca, menyukai serta mendengarkan, mengikut sertakan siswa pada banyak sekali kegiatan, diskusi, menyuruh mereka mengeluarkan pendapat, menyusun karangan, menciptakan laporan atau menyampaikan penafsirannya tentang sesuatu perkara. Semua ini adalah upaya pengajar buat mengaktifkan murid supaya mereka memperoleh pengalaman belajar serta bagian berdasarkan tanggung jawab guru jua.11 

3. Prinsip yg terlihat pada dimensi acara pedagogi 
  1. Tujuan pengajaran, konsep juga pengajaran sesuai dengan kebutuhan, minat dan kemampuan siswa.
  2. Program relatif jelas, dapat dimengerti murid serta menantang siswa buat melakukan aktivitas belajar. 
4. Prinsip yang terlihat pada situasi belajar mengajar 
  1. Adanya komunikasi antara pengajar menggunakan anak didik, murid menggunakan anak didik yang intim, hangat serta produktif. 
  2. Adanya keyakinan serta kegembiraan belajar dikalangan peserta didik. 
5. Dari segi sarana belajar 
  1. Ada sumber-asal belajar bagi peserta didik. 
  2. Fleksibel saat buat kegiatan belajar. 
  3. Dukungan menurut aneka macam jenis media pedagogi. 
  4. Kegiatan belajar peserta didik nir terbatas dalam kelas (ruang kelas) namun pula pada luar kelas. 
Kegiatan pedagogi pada konteks active learning/cara belajar aktif selalu melibatkan peserta didik secara aktif buat membuatkan kemampuan dan penalarannya. 

Konsep Dasar Rotation Trio Exchange 
1. Pengertian Rotation Trio Exchange 
Metode Rotation Trio Exchange ini termasuk galat satu strategi motode pembelajaran langsung yg dapat diterapkan dalam seluruh mata pelajaran. Metode ini merupakan cara murid buat mendiskusikan perseteruan menggunakan beranggotakan tiga orang. Penerapan teknik merotasi pertukaran pendapat gerombolan tiga orang ini diarahkan dalam materi pelajaran (kompetensi dasar) yang akan diajarkan di kelas.12 

Metode Rotation Trio Exchange ini merupakan cara jelas bagi murid buat mendiskusikan pertarungan dengan sebagian (dan umumnya nir semua) sahabat kelas mereka. Pertukaran pendapat ini sanggup menggunakan mudah diarahkan pada materi yg akan diajarkan pada kelas.13 Metode Rotation Trio Exchange pada hal ini dibuat 3 orang, yg diberi nomer 0, 1, dan dua. Mereka diberi pertanyaan yang sama buat didiskusikan. Setelah terselesaikan permasalahannya, anggota gerombolan dirotasi. Nomer 0 permanen ditempat sedangkan nomer 1 pindah searah jarum jam dan nomer dua kearah sebaliknya, sehingga akan terbentuk trio yang baru atau bercampur dengan anggota grup lain. Kemudian diberi pertarungan baru lagi menggunakan dilema yg lebih sulit. 14 

2. Tahap-Tahap Pembelajaran 
Rotation Trio Exchange Pelaksanaan merotasi pertukaran pendapat kelompok 3 orang bisa dilakukan menjadi berikut: 
  1. Guru menyusun pertanyaan-pertanyaan yg bisa membantu siswa untuk mulai mendiskusikan bahan ajar. 
  2. Guru menggunakan pertanyaan yang tidak memiliki jawaban benarsalah. 
  3. Guru membagi siswa menjadi kelompok yg terdiri dari tiga orang (trio). Mengatur gerombolan trio tadi didalam kelas supaya guru bisa melihat dengan jelas trio yang di sisi kanan dan sisi kirinya. Pengajar membangun gugusan grup-gerombolan trio secara keseluruhan sanggup membangun melingkar atau persegi. 
  4. Guru memberikan tiap trio sebuah pertanyaan pembuka (pertanyaan yg sama buat masing-masing trio) untuk segera dibahas. 
  5. Guru memilih pertanyaan yang paling ringan (taraf kesulitannya tergolong gampang) buat memulai pertukaran pendapat kelompokkelompok trio. Tiap-tiap siswa didalam gerombolan harus mendapat giliran menjawab pertanyaan. 
  6. Setelah siswa berdiskusi (dalam ketika yg relatif), guru meminta masing-masing siswa kelompok buat memberikan nomer 0,1, atau dua kepada tiap-tiap anggotanya. 
  7. Guru meminta siswa yg bernomer 1 buat pindah ke gerombolan trio 1 searah jarum jam. Siswa yang bernomer dua buat berpindah ke grup trio dua nir searah jarum jam. Siswa yang bernomer 0 (nol) buat tetap ditempat duduknya karena ia merupakan anggota permanen dari kelompok trio mereka. (pertukaran kelompok trio terjadi dalam saat pengajar akan memberikan pertanyaan yang baru menggunakan menaikkan tingkat kesulitan soal), serta seterusnya. 
  8. Guru meminta pada para murid untuk mengangkat tangan tinggitinggi, sehingga anak didik yang telah berpindah sanggup menemukan mereka. Hasilnya merupakan komposisi grup trio yg sepenuhnya baru. Mulailah pertukaran pendapat baru menggunakan pertanyaan baru. 
Guru bisa merotasi trio-trio itu sebanyak pertanyaan yg dimiliki serta saat untuk berdiskusi wajib tersedia menggunakan relatif. Guru hendaknya selalu menggunakan langkah-langkah atau prosedur rotasi yang sama.

SUMBER ARTIKEL / CATATAN KAKI ;
  • 6 John M. Echols serta Hassan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 1997), h. 56 7 Melvin L. Silbermen, Active Learning : 101 Strategies to Teach Any Subject, (Jakarta: Yapendis, 1996), h. 1 
  • 8 Dimyati dan Mujiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), h.115. 9 Ahmad Rohani, HM, Pengelolaan Pengajaran (Jakarta: Asdimahasatya, 2004), h. 61-62
  • 10 Melvin L. Silbermen, Active Learning : 101 Strategies to Teach Any Subject, (Jakarta: Yapendis, 1996), h. 40
  • 11 Zakiyah Daradjat dkk, Metodologi Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1996), h. 60
  • 12 Yellis M. Cholifah, Implementasi Metode Rotating Trio Exchange (Pertukaran Trio Memutar) Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Bidang Study PAI Di Sekolah Menengah Atas Assa’adah Bungah Gresik, Skripsi, (Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas tarbiyah IAIN Sunan-Ampel Surabaya: Tidak Dipublikasikan, 2010), h. 20 13 Melvin L. Silbermen, Active Learning : 101 Strategies to Teach Any Subject, (Jakarta: Yapendis, 1996), h. 103
  • 14 Buchari, Alma, Pengajar professional,(Bandung: Alfa Beta, 2008), h. 85

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1(tegak-1)

Iklan Tengah Artikel 2(atas postingan)

Iklan Bawah Artikel