Advertisement

PENGERTIAN FASILITAS KERJA

1. Pengertian Fasilitas Kerja 
Perusahaan hendaknya menyediakan fasilitas-fasilitas yang menyenangkan bagi karyawan. Misalnya fasilitas loka ibadah, jaminan pengobatan, jaminan hari tua serta lain sebagainya. Apabila perusahaan mampu menyediakan fasilitas-fasilitas tadi, maka perusahaan bisa menambah semangat serta kesenangan karyawan, sehingga semangat serta kegairahan kerjanya bisa juga ditingkatkan.13 Fasilitas sendiri bisa diartikan kemudahan dan dapat jua berarti indera atau bentuk fisik (sarana serta prasarana).14 

Yang dimaksud dengan fasilitas kerja adalah segala sesuatu yg terdapat dalam perusahaan yg ditempati dan dinikmati sang karyawan, baik pada interaksi pribadi dengan pekerjaan maupun buat kelancaran pekerjaan.15 Islam memandang bahwa fasilitas kerja adalah pemenuhan hak-hak dan kebutuhan yg diberikan pemimpin buat mempertinggi kesejahteraan para pekerjanya. Dengan adanya fasilitas, memungkinkan buat menaikkan kinerja karyawan guna mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh manajemen menggunakan segala potensi secara efektif serta efisien. Hal tadi merupakan bentuk penghargaan serta penempatan posisi insan dalam kemuliaan yg melebihi makhluk yang lainnya.6

2. Macam-macam Fasilitas Kerja 
Ada beberapa macam fasilitas kerja pada Islam, dan yg dimaksud dengan fasilitas kerja tersebut adalah sebagai berikut: 
  • Mendapatkan pengembangan kompetensi dan pembinaan (Training and Development) Pelatihan (Training) pada segala bidang merupakan bentuk ilmu untuk menaikkan kinerja, dimana Islam mendorong umatnya buat bersungguh-sungguh serta memuliakan pekerjaan. Rasulullah saw bersabda: “Tidak terdapat makanan yg lebih baik yg dimakan oleh seorang daripada apa yg dia makan dari pekerjaan tangannya. Sesungguhnya Nabi Allah Dawud a.S. Memakan kuliner dari output kerja tangannya.” Islam mendorong buat melakukan training (Training) terhadap para karyawan dengan tujuan mengembangkan kompetensi serta kemampuan teknis karyawan pada menunaikan tanggung jawab pekerjaannya. Rasulullah menaruh training terhadap orang yg diangkat buat mengurus persoalan kaum muslimin, serta membekalinya menggunakan petuah -nasihat dan beberapa petunjuk.18 
  • Mendapatkan Reward Jika seorang melaksanakan tugasnya dengan baik, maka seseorang manajer/pimpinan wajib memberikan reward. Reward terebut tidak wajib berbentuk benda atau materi, bisa saja pada bentuk kebanggaan atau apa saja yang bisa menaikkan semangat serta motivasi karyawan atau bawahan.19 
  • Memperoleh Insentif yang sesuai Allah memberikan dorongan buat menaruh insentif bagi orang yang sanggup menampakan kinerja optimal (baik). 
  • Mendapatkan motivasi dan semangat Islam mendorong umatnya buat memberikan motivasi bagi para pegawainya dalam menjalankan tugas mereka. Motivasi adalah suatu yg pokok yg menjadi dorongan seorang buat bekerja.

Oleh karenanya, hal yg perlu dilakukan pemimpin adalah menumbuhkan pencerahan diri pada karyawan bahwa bekerja merupakan suatu kebutuhan. Apabila karyawan berpikir bahwa bekerja merupakan suatu kebutuhan maka yang akan muncul adalah motivasi dirinya buat menaikkan etos kerja, motivasi buat menambah unsur pengetahuan dan ketrampilan karyawan, motivasi tingkat ibadah dan kejujuran.21 

Sedangkan yang sudah dikutip Ahyari bahwa yg dimaksud dengan fasilitas adalah, segala sesuatu yg masih ada dalam perusahaan yg ditempati serta dinikmati oleh karyawan baik pada interaksi langsung dengan pekerjaan juga buat kelancaran pekerjaan. Dalam hal ini, manajemen perusahaan wajib mempertimbangkan perencanaan fasilitas-fasilitas tempat kerja yg sempurna untuk para karyawan yang bekerja dalam perusahaannya. Maka fasilitas kerja yang dapat menentukan lingkungan kerja karyawan adalah: 
  1. Fasilitas alat kerja Merupakan suatu perkakas atau barang yg berfungsi secara langsung buat dipakai pada proses produksi. Dalam bekerja sehari-hari seorang karyawan tidak dapat merampungkan pekerjaannya tanpa menggunakan indera kerja. Misalnya indera dan mesin-mesin produksi.
  2. Fasilitas kelengkapan kerja Merupakan semua benda atau barang yg dipakai dalam melakukan pekerjaan. Fasilitas perlengkapan ini berfungsi menjadi pelancar serta pelengkap serta alat bantu dalam bekerja. Misalnya personal komputer , mesin ketik manual, alat tulis, telepon, meja, kursi dan lain-lain.
  3. Fasilitas sosial Merupakan fasilitas yang disediakan perusahaan buat kepentingan pelayanan bagi karyawan dalam kegiatan sehari-hari yang berfungsi sosial. Fasilitas sosial didalam perusahaan umumnya dapat berupa pelayanan makan serta minum, adanya kamar mandi, kantin, tempat ibadah, penyediaan fasilitas kesehatan.22
Kinerja 
Pengertian Kinerja Kinerja sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja karyawan perusahaan tadi. Dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan, maka kinerja karyawan tersebut harus benar-benar mendapatkan perhatian. Kinerja adalah suatu hasil kerja yg bisa dicapai oleh seorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sinkron menggunakan wewenang serta tanggung jawab masing-masing dalamrangka upaya pencapaian tujuan organisasi bersangkutan secara sah, tidak melanggar hukum, dan sinkron menggunakan moral maupun etika.23 Sebagaimana yg dikutip oleh Hessel Nogi pengertian kinerja adalah suatu keadaan yang berkaitan dengan keberhasilan organisasi pada dalam menjalankan misi yang dimilikinya, yg bisa diukur menurut tingkat produktivitas, kualitas pelayanan, responsivitas, responsibilitas, serta akuntabilitas, yg mana berukuran-berukuran ini akan diterapkan dalam pengukuran kinerja organisasi yg dicapai.24 

Suatu lingkungan kerja serta budaya organisasi yg menyenangkan sangat penting buat mendorong taraf kinerja karyawan yang paling produktif. Dalam hubungan sehari-hari, antara atasan dan bawahan, banyak sekali asumsi dan harapan lain muncul. Ketika atasan dan bawahan membangun serangkaian asumsi serta harapan mereka sendiri yg tak jarang relatif tidak selaras, perbedaan-perbedaan ini yg akhirnya berpengaruh pada taraf kinerja. Kinerja merupakan hasil seorang secara holistik selama periode eksklusif didalam melaksankan tugas, seperti standar hasil kerja, sasaran atau target atau kriteria yang sudah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati beserta.25 Kinerja dalam pandangan Islam merupakan orang yang bekerja yang menyumbangkan jiwa dan tenaganya buat kebaikan diri, famili,

Penilaian Kinerja 
Penilaian kinerja merupakan proses penilaian hasil kerja yang akan digunakan oleh pihak manajemen buat memberikan keterangan kepada karyawan secara individual, tentang mutu hasil pekerjaannya di pandang dari sudut kepentingan perusahaan. Dalam hal ini karyawan wajib diberitahu tentang hasil pekerjaannya, dalam arti baik, sedang atau kurang. Penilaian kinerja karyawan wajib dilakukan secara teratur serta monoton. Hal ini dilakukan pada setiap jenjang hierarki, bukan hanya karyawan bawahan yg dinilai, namun juga middle management harus dievaluasi atasannya.35 Penilaian kinerja harus berakar dalam realitas kinerja karyawan. 

Penilaian wajib bersifat nyata, bukan tak berbentuk serta memungkinkan manajer dan individu buat mengambil pandangan yg positif tentang bagaimana kinerja sanggup menjadi lebih baik pada masa depan serta bagaimana kasus-perkara yg timbul pada memenuhi standar dan target kinerja bisa dipecahkan. Para individu hendaknya didorong buat menilai kinerja mereka sendiri dan menjadi pelaku perubahan yg aktif pada meningkatkan hasil mereka sendiri. Para manajer hendaknya dirangsang buat merogoh kiprah pendukung mereka sebagai mana mestinya.36 

SUMBER ARTIKEL / CATATAN KAKI ;
  • 12 Nitisemito, Manajemen Personalia..., 110-116. 13 Ibid.,108. 14 Sudarwan Danim, Transformasi Sumber Daya Manusia, (jakarta: Bumi Aksara, 1995), 63
  • 18 Ahmad Ibrahim Abu Sinn, Manajemen Syariah, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), 117
  • 21 Hafidhuddin dan Hendri tanjung, Manajemen Syariah Dalam Praktik...., 133.
  • 22 Ahyari, Manajemen Produksi: perencanaan sistem produksi..., 143.
  • 23 Suyadi Prawirosentono, Manajemen Sumberdaya Manusi Kebijakan Kinerja Karyawan, (Yogyakarta: BPFE anggota IKAPI, 1999), 2. 24 Hessel Nogi S. Tangkilisan, Manajemen Publik, (Jakarta: PT. Grasindo, 2005),
  • 59. 35 Suyadi Prawirosentono, kebijakan kinerja karyawan..., 216.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1(tegak-1)

Iklan Tengah Artikel 2(atas postingan)

Iklan Bawah Artikel